Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Cinta, bagi banyak orang, adalah ruang paling rapuh dalam hidup. Di sanalah harapan tumbuh, kepercayaan diberikan, dan logika sering kali diturunkan derajatnya. Love scamming hadir justru dengan memanfaatkan kerentanan itu. Ia bukan sekadar penipuan finansial, melainkan pengkhianatan emosional yang menyasar sisi paling manusiawi dari diri seseorang, yaitu kebutuhan untuk dicintai dan diterima. Dalam love scamming, […]
oleh: Riri Satria Dalam eksistensialisme, manusia tidak pernah lahir dengan makna yang sudah selesai. Kita dilempar ke dunia atau "thrownness", menurut Heidegger tanpa petunjuk yang pasti. Di tengah keterlemparan itu, saya sering merasa pikiran berserakan, emosi tak bernama, dan hidup bergerak tanpa sempat saya pahami. Di situlah menulis mulai terasa bukan sebagai pilihan, melainkan sebagai […]
Masih dalam rangka saya menata ulang rak buku di rumah yang hanya pekerjaan rumah yang tertunda, membereskan ruang kerja, mengelap debu, memindahkan buku-buku yang terlalu lama berdiri tanpa disentuh. Namun seperti banyak hal dalam hidup, pekerjaan yang tampak remeh itu tiba-tiba berubah menjadi perjalanan batin. Saya menemukan kembali buku-buku futuristik, bacaan lama yang dulu begitu […]
oleh: Riri Satria Saya tidak sedang mencari apa pun ketika mulai menata ulang buku-buku di ruang kerja dan perpustakaan pribadi di rumah. Ini pekerjaan biasa, membersihkan debu, menyusun ulang rak, memindahkan sebagian buku yang sudah lama tak tersentuh. Namun seperti banyak peristiwa reflektif dalam hidup, justru dari hal remeh itulah kesadaran muncul. Di satu sudut […]
oleh: Riri Satria Sejarah tidak selalu berjalan sebagai kisah kepahlawanan yang rapi. Ia sering hadir sebagai dentuman, keras, mendadak, dan meninggalkan retakan panjang dalam ingatan kolektif. Gedor Depok adalah salah satu dentuman itu. Ia bukan sekadar peristiwa kekerasan lokal dalam masa Revolusi Indonesia, melainkan simpul penting untuk memahami bagaimana revolusi, identitas, dan emosi kolektif dapat […]
oleh: Riri Satria Tulisan ini lahir dari sebuah pertanyaan sederhana yang diajukan seorang sahabat jurnalis kepada saya, apakah Amerika Serikat menggunakan AI dalam operasi militernya terhadap Venezuela? Lalu saya mencoba menelusuri berbagai sumber yang dapat saya akses, analisis teknologi, dan berita internasional, dan semakin terasa bahwa jawaban atas pertanyaan itu tidak berdiri di satu titik, […]
Aku bukan garis pulang namun juga bukan titik lupa arah berdiam di antara dua nyala api. Satu mengukur satu membayangkan tak semua yang nyata perlu suara tak semua yang mungkin perlu bukti. Aku belajar hidup di logika yang ditolak Itu bukan ruang yang hanya sah karena tak mampu didefinisikan padahal lorong itu melingkar waktu juga […]
Sudah banyak saya memotret kabel-kabel kusut di berbagai tempat. Nah kali ini saya iseng-iseng bikin tulisan diinspirasi oleh kabel kusut. Jangan-jangan menggambarkan kekusutan kita saat ini. Supaya terlihat sok hebat dan serius, saya sertakan sedikit soal eksistensial dan postmodernisme. Semoga tidak tambah kusut ya 😁 Kadang hal-hal yang paling sederhana justru paling jujur. Misalnya kabel-kabel […]
Catatan atas Pertanyaan dan Gugatan Terhadap Diri oleh: Riri Satria Saya sering dikatakan tidak fokus. Alasannya terdengar sederhana sekaligus menghakimi karena saya dianggap menyentuh terlalu banyak bidang. Bukan hanya teknologi digital, transformasi digital, manajemen strategis, dan bisnis, yang sejak lama menjadi wilayah kerja saya, tetapi juga ekonomi makro, persoalan sosial dan kebudayaan, filsafat, bahkan sastra, […]
oleh Emi Suy Membaca tulisan Riri Satria tentang saya—Kisah Sepuluh Buku Emi Suy—seperti menyusuri arsip yang tidak saya tulis dengan tangan sendiri, tetapi dituliskan oleh mata seorang sahabat. Ada semacam jarak sekaligus kedekatan di sana: jarak yang lahir dari sudut pandang orang lain, dan kedekatan karena jejak hidup saya ditangkap dalam kalimat-kalimatnya. Sepuluh buku, […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]