Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Ada sesuatu yang selalu membuat saya diam sejenak setiap melihat tunas kecil muncul dari dahan pohon atau dari tanah yang tampak biasa saja. Ia tidak gaduh, tidak mengumumkan diri, tidak meminta tepuk tangan. Ia hanya tumbuh, diam-diam, pasti, seolah membawa kabar pelan bahwa kehidupan tidak pernah benar-benar berhenti. Tunas-tunas baru itu seperti catatan kaki dari […]
oleh: Riri Satria Ada fase dalam hidup ketika kita berhenti melihat kejadian sebagai potongan-potongan yang berdiri sendiri. Kita mulai sadar bahwa hidup bukan kumpulan peristiwa acak, melainkan rangkaian pola yang pelan-pelan menampakkan diri. Dulu mungkin kita hanya melihat satu konflik, satu kegagalan, satu krisis, lalu bereaksi secara spontan, emosional, sepotong-sepotong. Tetapi semakin jauh perjalanan, semakin […]
oleh: Riri Satria Ada kota-kota yang kita tinggali. Ada kota-kota yang kita singgahi. Lalu ada kota-kota yang diam-diam ikut membentuk siapa diri kita. Bagi saya, Balikpapan bersama Samarinda, Bontang, dan Tenggarong termasuk dalam golongan terakhir itu. Kalimantan Timur bukanlah kampung halaman saya, dan sebelum tahun 1994, saya tidak pernah kepikiran bahwa wilayah itu bukan hanya […]
SEPOTONG PUISI MENJELANG RUPS Menjelang RUPS kepala bukan lagi tempat pikiran berbaris rapi ia berubah jadi ruang mesin yang panas berdengung oleh target, tenggat, dan tanda tanya Kopi naik pangkat dari minuman menjadi penopang peradaban kecil di meja kerja gelas demi gelas tandas emosi ikut fluktuatif lebih liar dari grafik yang kami coba jinakkan setiap […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Catatan Reflektif dari Seorang Pendukung yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi Oleh: Riri Satria Ada masa ketika menyebut nama Semen Padang FC terasa seperti menyebut rumah. Ia bukan sekadar klub sepak bola, melainkan ingatan kolektif: stadion yang berdebu, teriakan tribun yang serak, dan denyut kebanggaan yang tumbuh pelan-pelan di dada. Bagi saya, menonton Semen Padang FC […]
Overthinking adalah istilah yang belakangan sering sekali dibicarakan. Ia hadir dalam seminar pengembangan diri, konten media sosial, hingga obrolan santai di warung kopi. Hampir semua sepakat bawa overthinking itu melelahkan. Namun, semakin sering istilah ini digunakan, saya justru merasa perlu menata ulang pemahaman saya sendiri tentang apa sebenarnya overthinking itu. Bagi saya, overthinking bukan sekadar […]
oleh: Riri Satria Pagi berjalan seperti pagi-pagi lainnya. Secangkir kopi mengepul pelan di meja, udara masih menyisakan dingin sisa malam, dan pikiran belum sepenuhnya terbangun. Hingga sebuah pesan WhatsApp masuk dari seorang sahabat. Singkat, tapi menggelitik ingatan. Ia bertanya tentang Adversity Quotient atau AQ. Saya tersenyum kecil. Rupanya ia menemukan jejak digital tulisan lama saya […]
Ada satu kepastian yang pelan-pelan kita sadari seiring bertambahnya usia, bahwa suatu hari, tanpa bisa ditawar, kita akan dipanggil pulang oleh Tuhan. Saat itulah seluruh peran, jabatan, kesibukan, dan ambisi kita di dunia dinyatakan selesai. Tidak ada rapat lanjutan, tidak ada rencana esok hari. Semua berhenti pada satu titik, perjumpaan dengan Sang Pemilik Hidup. Ketika […]
oleh: Riri Satria Saya sering merenung, betapa dunia bisnis pada akhirnya tak jauh berbeda dari hukum alam. Survival of the fittest bukan sekadar jargon teori ekologi, melainkan kenyataan yang diam-diam bekerja setiap hari di ruang-ruang rapat, di balik laporan keuangan, dan dalam keputusan-keputusan yang kadang tak pernah dirayakan. Mereka yang bertahan bukan selalu yang paling […]
Terima kasih Universitas Paramadina atas undangannya unntuk ikut serta baca puisi karya Prof. Abdul Hadi WM, Guru Besar Universitas Paramadina serta penyair, budayawan, dan tokoh filsafat Islam di Indonesia. Acara diselenggarakan secara daring dalam rangka mengenang 2 tahun wafatnya Prof. Abdul Hadi WM serta Dies Natalis Universitas Paramadina ke-28. Saya kebagian membacakan puisi Prof. Abdul […]
oleh: Riri Satria Saya pertama kali menyadari ada yang berubah ketika kecerdasan buatan tidak lagi sekadar “menjawab”. Ia mulai melakukan. Bukan karena ia membangkang, tetapi karena ia memahami tujuan. Dari titik itu, istilah Agentic AI terasa bukan sekadar konsep teknis, melainkan penanda zaman di mana terjadi sebuah pergeseran cara kita bekerja, berpikir, dan menata ulang […]
oleh : Riri Satria Saya lahir pada tahun 1970. Sebuah tahun yang menempatkan saya dengan cukup jelas dalam kategori Generasi X. Generasi yang sering disebut “generasi peralihan”, dan bagi saya, sebutan itu bukan sekadar label demografis, melainkan pengalaman hidup yang nyata. Saya tumbuh di dunia yang sepenuhnya analog, lalu perlahan bermigrasi ke dunia digital. Dengan […]
oleh : Riri Satria Saya sering menyadari bahwa dorongan menulis tidak selalu datang dari kemarahan atau keyakinan yang sudah bulat. Justru, ia kerap lahir dari rasa ragu. Ada sesuatu yang terasa tidak sepenuhnya benar, tetapi juga belum cukup jelas untuk disalahkan. Dari titik inilah saya belajar membedakan dua cara menulis yang tampak serupa, namun sebenarnya […]
oleh: Riri Satria Tulisan esai argumentatif sering kali disalahpahami sebagai tulisan yang kaku, penuh data, dan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal justru sebaliknya. Esai argumentatif adalah ruang di mana pikiran, pengalaman personal, dan keberpihakan penulis bertemu dengan nalar yang jernih. Ia bukan sekadar upaya membuktikan siapa yang paling benar, melainkan ajakan untuk berpikir bersama, […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera