Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
PULANG KE CAHAYA YANG TERSISA Tanpa terasa langkah-langkah kecil kita tiba di ujung Ramadan bulan yang selalu lebih jujur daripada hari-hari lainnya, dan selalu meninggalkan ruang kosong yang tak sempat kita isi sepenuhnya. Di ambang ini aku menitipkan harap pada yang tak terlihat: semoga yang tersembunyi lebih dahulu sampai kepada-Nya daripada yang kita tampakkan. Aku […]
oleh: Riri Satria Di tengah dunia yang semakin bising oleh kepentingan, berbagi sering kali terdengar seperti kata yang sederhana bahkan klise. Ia hadir di spanduk, di kampanye sosial, di unggahan media, tetapi perlahan kehilangan kedalaman maknanya. Kita hidup dalam zaman di mana makna kerap terfragmentasi, tercerai-berai dalam citra dan simbol. Namun, justru di sanalah berbagi […]
MAKNA IDUL FITRI (MENURUT SAYA): KEMBALI KE DALAM DAN MENEMUKAN DIRI SENDIRI DI RUANG PALING HENING oleh: Riri Satria Idul Fitri selalu datang seperti sebuah jeda yang penuh makna dan bukan sekadar penutup dari perjalanan panjang Ramadan, tetapi sebuah titik balik yang sunyi sekaligus menggugah. Setelah sebulan kita latihan menahan lapar, dahaga, dan gejolak batin, […]
"Fondasi tematik dalam buku ini telah terbangun dengan kokoh. Setiap puisi seakan berdiri di atas gagasan yang jelas, tidak goyah oleh keraguan arah, dan mampu menghadirkan dunia batin yang utuh. Kekuatan tema ini kemudian diperkuat oleh penggunaan metafora yang terasa segar dan hidup, tidak sekadar hiasan bahasa, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman personal dengan […]
JAKARTA– Pakar teknologi digital serta penulis dan esais, Riri Satria, tengah menyiapkan peluncuran empat buku terbarunya yang direncanakan terbit pada Mei 2026. Keempat buku tersebut masing-masing berjudul “Bom Waktu”, “Gelombang Algoritma”, “Membingkai Kata-Kata”, serta “Kata, Rupa, dan Warna”, yang lahir dari proses panjang refleksi dan penelusuran ulang perjalanan intelektual penulis dalam beberapa tahun terakhir. Seperti […]
"Membaca Bom Waktu karya Bang Riri Satria seperti berdiri di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat, lalu seseorang menepuk bahu kita dan berkata: “lihatlah lebih pelan.” Puisi-puisi dalam buku ini tidak sekadar berbicara tentang teknologi, ekonomi, atau kota yang tumbuh menjulang, tetapi tentang kegelisahan manusia yang hidup di dalamnya. Di antara grafik kemajuan dan cahaya […]
PAMIT DI ANTARA DUA KEABADIAN: untuk alm Papi Chaidir Anwar (1938-2012) dan alm Adinda Robby Permata (1980-2025) Aku pamit, Papi aku pamit, Robby di antara nisan yang sunyi dan daun-daun yang jatuh perlahan aku berdiri membawa sisa-sisa rindu yang tak sempat seluruhnya kuucapkan. Waktu telah mengajarkan bahwa kehilangan bukan sekadar jeda melainkan lorong panjang yang […]
--- Kisah di balik empat buku saya, buku kumpulan pusi "Bom Waktu", buku "Gelombang Algoritma", buku "Membangkai Kata-kata", serta buku "Kata Rupa dan Warna" --- Ada jeda yang tidak saya rencanakan, tetapi justru menjadi ruang paling jujur bagi lahirnya buku-buku itu. Setahun terakhir sejak 2025, setelah "Login Haramain" terbit, saya seperti berjalan pelan, menengok ke […]
Percakapan itu bermula ringan, seperti biasanya, biasa saja, tanpa rencana besar, tanpa niat untuk merumuskan sesuatu yang dalam. Hanya obrolan yang mengalir di antara tawa, secangkir kopi yang mulai mendingin, dan jeda-jeda kecil yang terasa akrab. Namun justru dari percakapan sederhana seperti itulah, kadang kita menemukan sesuatu yang diam-diam penting, yaitu cara kita memaknai siapa […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam cara manusia saling berhadapan alias perang. Dulu perang selalu hadir dengan wajah yang bising, ledakan, dentuman, langit yang memerah oleh api, dan tanah yang menyimpan jejak-jejak luka. Kita mengenal perang sebagai sesuatu yang kasat mata, sesuatu yang bisa ditunjuk, sesuatu yang jelas batasnya, di […]
oleh: Riri Satria Ada masa ketika bunyi synthesizer dianggap dingin, artifisial, dan jauh dari jiwa manusia. Ketika gelombang elektronik mulai merambat ke dalam lagu-lagu pop pada akhir abad ke-20, banyak orang merasa musik sedang kehilangan sesuatu yang paling esensial yaitu sentuhan manusia. Musik yang lahir dari rangkaian elektronik dan tombol yang diprogram terasa terlalu mekanis […]
Kita berjalan di jalan yang berliku menanjak, menukik tidak pernah menurut peta yang kubuat di kepala. Kenangan berpendar seperti senja yang retak di celah-celah waktu yang rapuh selalu indah, meski tak sempurna memanggilku untuk menatapnya lagi membaca ulang detik yang pernah kita lalui. Kadang langkah kita terpisah jarak memanjang tanpa permisi belokan-belokan mengejutkan seolah dunia […]
Kelihatannya buku pertama saya yang rampung tahun 2026 ini adalah buku kumpulan puisi berjudul "Bom Waktu: Kumpulan Puisi tentang Perkembangan Peradaban dan Ketimpangannya" Insya Allah akan menyusul setelahnya (sekarang masih dalam pesiapan), dua buku yang rada mumet, tentang analisis reflektif industri 5.0, ekonomi, bisnis, serta buku analisis reflektif tentang perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. […]
oleh: Riri Satria Akhir-akhir ini saya sering mendengar sebuah istilah yang cukup menarik sekaligus menggelisahkan, yaitu greedy economy, atau yang jika diterjemahkan secara bebas dapat disebut sebagai ekonomi rakus. Istilah ini muncul dalam berbagai pembahasan, percakapan publik, diskusi akademik, hingga perbincangan di media. Biasanya ia hadir ketika orang membicarakan tentang penguasaan sumber daya yang dianggap […]
oleh: Riri Satria Kabar wafatnya tokoh filsafat Jürgen Habermas pada 14 Maret 2026 yang lalu meninggalkan kesedihan dan duka pada dunia pemikiran sosial modern. Bagi banyak kalangan dalam filsafat, sosiologi, ilmu politik, hukum, hingga kajian budaya, Habermas bukan sekadar nama besar dalam daftar pustaka, melainkan salah satu horizon penting yang membentuk cara kita memahami masyarakat. […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]