Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Selamat Ulang Tahun, dear Emi Suy, penyair sunyi yang gaduh lagi berisik, sahabat diskusi dan ngopi, sahabat debat dan berantem, sparring partner adu ide dan gagasan, serta soulmate di panggung puisi. Wishing you all the best in life, senantiasa sehat walafiat, panjang umur penuh keberkahan, semakin bijak dan semakin disayang keluarga dan semua sahabat, dimudahkan […]
SEPOTONG PUISI MENJELANG RUPS Menjelang RUPS kepala bukan lagi tempat pikiran berbaris rapi ia berubah jadi ruang mesin yang panas berdengung oleh target, tenggat, dan tanda tanya Kopi naik pangkat dari minuman menjadi penopang peradaban kecil di meja kerja gelas demi gelas tandas emosi ikut fluktuatif lebih liar dari grafik yang kami coba jinakkan setiap […]
Aku bukan garis pulang namun juga bukan titik lupa arah berdiam di antara dua nyala api. Satu mengukur satu membayangkan tak semua yang nyata perlu suara tak semua yang mungkin perlu bukti. Aku belajar hidup di logika yang ditolak Itu bukan ruang yang hanya sah karena tak mampu didefinisikan padahal lorong itu melingkar waktu juga […]
Seekor kucing imajiner hidup dalam eksperimen kemungkinan yang menahan napas di dalam kotak jika waktu dilipat detik menjadi tanda tanya hidup dan mati belum sepakat berpisah. Tak ada saksi selain probabilitas yang berdoa tanpa bahasa kita menunda membuka bukan karena takut pada kematian tetapi karena rindu pada ambiguitas. Di luar kotak kita menyebut diri pengamat […]
Waktu tidak lagi berjalan ia berbisik retak di sela ingatan menunda dirinya sendiri jam-jam kehilangan titik tolak detik tidak sepakat pada asal-usul masa lalu menyusup ke kini seperti cahaya yang tiba terlambat Ruang bukan hamparan tenang ia melengkung oleh yang tak terucap oleh beban nama oleh keyakinan yang ingin abadi. Aku melihat namun mataku bukan […]
Waktu berdiri di ambang pintu menoleh sebentar ke belakang pada jejak-jejak yang tak selalu rapi namun jujur pernah kita tapaki Langit menahan napasnya kembang api menyala sebentar lalu padam seperti banyak keinginan yang sempat bersinar, lalu belajar untuk ikhlas. Di antara detik yang menua dan lahir kembali kita duduk dalam hening yang lebih dewasa tidak […]
Subuh adalah pembuka pintu hari anugerah yang turun diam-diam seperti embun di kelopak waktu yang rapuh datang membawa cermin bening memantulkan wajah hati apakah masih bersyukur? atau lelah oleh kemarin? yang belum sepenuhnya pergi. Jangan biarkan berlalu sebab di rahim gelap itu harapan mulai bernapas dibalut doa yang belajar berdiri sebelum dunia berteriak ia adalah […]
Saya ikut baca puisi pada acara A TRIBUTE TO PIPIET SENJA .. Mengenang sang perempuan sastrawati yang tangguh, jejak inspirasi dan warisan sastra, di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM). Perempuan yang tetap menulis walau dalam keadaan sakit thallasemia sekalipun .. Al-Fatihah untuk Teh Pipiet yang sudah berada di alam keabadian, sementara […]
Saya membacakan puisi pada acara Festival Senen 2025
Riri Satria Ode untuk Taman Ismail Marzuki Di tengah hiruk-pikuk Jakarta - engkau ada! sebuah oasis bagi jiwa yang haus akan estetika sebuah mercusuar bagi mereka yang ingin tetap manusia di sana lampu panggung menyala membuka cerita yang lahir dari kata dan nada dari tangan-tangan yang bergetar karena cinta pada estetika dan hati yang […]
Penulis: Erna Winarsih Wiyono Di tengah denyut Jakarta yang tak pernah surut, Taman Ismail Marzuki (TIM) hadir sebagai pusat budaya dan wadah ekspresi yang berharga. Sebagai wujud apresiasi terhadap peran penting TIM, Riri Satria seorang pengamat ekonomi digital, konsultan senior, sekaligus pegiat sastra dan budaya, menghadirkan karya puitis berjudul "Ode untuk Taman Ismail Marzuki." Puisi […]
Buku ini memadukan puisi dan esai reflektif yang merekam pengalaman spiritual ibadah haji. Melalui kata-kata yang jernih, Riri Satria mengajak pembaca merenungi kerendahan diri, keikhlasan, dan cahaya kecil kebaikan dalam hidup.Beli buku terlaris online SEBUAH buku tipis sejumlah 48 halaman saya terima siang itu dari tangan penyair Ubai Dillah Al Anshori di sebuah kafe di […]
Oleh: Ikhsan Risfandi IRZI Ada saat-saat dalam hidup ketika angka-angka terasa terlalu dingin, dan logika, betapa pun akuratnya, tidak cukup menjawab rasa yang mengendap di dalam dada. Di momen-momen itulah, saya memahami mengapa seseorang yang bekerja di dunia strategi, teknologi, dan ekonomi seperti Uda Riri Satria justru mencari ruang teduh melalui puisi. Bukan karena puisi […]
SAYA DAN PUISI Sebuah tulisan menyambut Hari Puisi Indonesia hari ini, 26 Juli 2025 - Riri Satria Puisi adalah salah satu cara saya untuk menyeimbangkan diri dengan sisi lain kehidupan saya, yang sarat dengan teknologi, ekonomi, penelitian, yang penuh dengan rasionalitas terukur, angka-angka, rumus-rumus, analisis, prediksi, dsb. Puisi membawa saya untuk menyadari banyak fakta-fakta […]
Menenun Kata, Merajut Algoritma: Tafsir Rissa Churria atas Pemikiran Riri Satria tentang Puisi dan Kecerdasan Buatan Catatan atas Buku Meretas Pemikiran Riri Satria tentang Puisi & Kecerdasan Buatan oleh: Emi Suy Angin membawa suara yang tak terlihat. Kadang, kata-kata adalah daun gugur yang jatuh ke pelataran kesadaran. Di sanalah puisi tumbuh--bukan sekadar untaian diksi, melainkan […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera