Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • MARAWA MINANGKABAU DAN KEMIRIPANNYA DENGAN BENDERA JERMAN SERTA BELGIA

    16 Jun 2026 | Dilihat: 15 kali

    oleh Riri Satria

    Tulisan ini lahir dari obrolan ringan saat kami sedang menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia. Seperti lazimnya para penonton sepak bola, perhatian kami tidak hanya tertuju pada jalannya pertandingan, tetapi juga pada berbagai hal yang muncul di layar, mulai dari para pemain, stadion, hingga bendera negara peserta.

    Dalam suasana santai itulah seorang teman tiba-tiba bertanya, “Kok bendera Jerman dan Belgia itu mirip bendera orang Padang ya, Ri?” Pertanyaan yang terdengar sederhana tersebut ternyata cukup menarik. Rasa penasaran itulah yang kemudian mendorong saya untuk menelusuri asal-usulnya dan menuliskannya dalam artikel ini.

    Tidak sedikit orang yang merasa heran ketika melihat bendera daerah Sumatera Barat. Kombinasi warna merah, kuning, dan hitam yang digunakan tampak sangat mirip dengan bendera Jerman maupun Belgia. Kemiripan tersebut sering menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya hubungan sejarah di antara ketiganya. Kenyataannya, kesamaan warna itu lebih merupakan kebetulan visual daripada hasil pengaruh langsung satu sama lain.

    Masyarakat Minangkabau mengenal panji berwarna merah, kuning, dan hitam dengan sebutan Marawa. Panji ini telah lama menjadi simbol identitas budaya, adat, dan kebesaran masyarakat Minangkabau.

    Keberadaannya tidak lahir dari sejarah bangsa-bangsa Eropa, melainkan tumbuh dari perkembangan peradaban dan tradisi yang telah berakar kuat di tanah Minangkabau selama berabad-abad.

    Dalam khazanah budaya Minangkabau, setiap warna memiliki makna filosofis yang mendalam. Warna merah melambangkan keberanian, semangat, dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Warna kuning melambangkan kemuliaan, kebesaran, dan kewibawaan yang melekat pada kepemimpinan adat. Warna hitam melambangkan keteguhan pendirian, kebijaksanaan, serta kemampuan untuk bertahan dalam berbagai keadaan.

    Ketiga warna tersebut juga sering dikaitkan dengan konsep Luhak Nan Tigo, yaitu tiga wilayah inti yang menjadi pusat perkembangan masyarakat Minangkabau sejak masa lampau.

    Hubungan antara warna dan wilayah adat ini memperlihatkan bahwa Marawa bukan sekadar simbol visual, melainkan representasi dari sejarah sosial dan kebudayaan masyarakat Minangkabau itu sendiri.

    Bendera Jerman dan Belgia memiliki latar belakang yang berbeda sama sekali. Warna hitam, merah, dan emas pada bendera Jerman berasal dari sejarah panjang perjuangan nasionalisme Jerman pada abad ke-19. Warna hitam, kuning, dan merah pada bendera Belgia berasal dari lambang wilayah Brabant serta gerakan revolusi yang melahirkan negara Belgia pada awal abad ke-19.

    Perjalanan sejarah yang membentuk kedua bendera tersebut berlangsung di lingkungan politik dan budaya Eropa yang tidak memiliki hubungan langsung dengan perkembangan simbol-simbol adat Minangkabau.

    Kemiripan warna antarbendera sebenarnya merupakan hal yang lazim dalam dunia vexillology atau ilmu tentang bendera. Jumlah warna yang umum digunakan dalam pembuatan bendera relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat banyak negara, daerah, maupun komunitas budaya di berbagai belahan dunia menggunakan kombinasi warna yang sama tanpa memiliki keterkaitan historis. Kesamaan warna tidak selalu menunjukkan adanya hubungan budaya, politik, atau sejarah.

    Marawa dengan demikian harus dipahami sebagai simbol yang lahir dari alam pikiran dan nilai-nilai masyarakat Minangkabau. Warna-warna yang digunakan mengandung pesan tentang keberanian, kehormatan, dan kebijaksanaan yang menjadi bagian penting dari falsafah hidup masyarakatnya.

    Kemiripan dengan bendera Jerman dan Belgia hanya terlihat pada susunan warna yang digunakan, sedangkan makna, asal-usul, dan konteks sejarahnya berkembang dalam ruang yang sama sekali berbeda.

    Keberadaan Marawa menjadi pengingat bahwa sebuah bendera tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas, melainkan juga sebagai wadah yang menyimpan memori kolektif suatu masyarakat. Setiap warna yang berkibar di atasnya membawa jejak perjalanan sejarah, nilai-nilai budaya, dan pandangan hidup yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

    Marawa memiliki kedudukan yang istimewa bagi masyarakat Minangkabau dan bagi Sumatera Barat secara keseluruhan.

    Pertanyaan sederhana yang muncul di sela-sela pertandingan sepak bola ternyata membawa kami pada sebuah pelajaran menarik tentang sejarah dan budaya. Kemiripan warna tidak selalu berarti adanya hubungan langsung antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Setiap simbol memiliki kisahnya sendiri. Marawa merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat Minangkabau yang lahir dari nilai-nilai adat dan kebudayaan lokal.

    Bendera Jerman dan Belgia lahir dari dinamika sejarah Eropa yang berbeda sama sekali. Kesamaan yang tampak di mata hanyalah persinggungan warna, sedangkan makna yang dikandungnya berasal dari akar sejarah yang berjalan pada jalurnya masing-masing.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture