Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Jakarta – Institut STIAMI menyelenggarakan Seminar Nasional 2026 sebagai bagian dari kontribusi akademik dalam merespons dinamika transformasi digital, khususnya dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan manajemen berbasis Artificial Intelligence (AI). Seminar ini mengangkat tema “Transformasi Kompetensi SDM dan Manajemen Berbasis AI untuk Daya Saing dan Ketahanan Nasional di Sektor Strategis.”
Kegiatan yang diselenggarakan di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara (25/4/26) ini menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T (Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) bertindak sebagai keynote speaker yang memaparkan arah kebijakan strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital.
Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Sylviana Murni, S.H., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa integrasi teknologi AI dalam sistem pendidikan dan manajemen organisasi merupakan keniscayaan dalam menghadapi era disrupsi. Transformasi ini menuntut kesiapan SDM yang adaptif, inovatif, serta memiliki kompetensi multidisipliner.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keahlian, yaitu Dandy Yudha Feryawan – Direktur Teknologi Digital Baru, Prof. Dr. Esa Prakasa, M.T – Kepala Pusat Riset Data & Informasi BRIN, Dr. Taufik Supriyadi, SE., S.H., M.T., Ak – Community Development Expert, Riri Satria, S.Kom., MM., ACP., QRGP – Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital, dan Prof. Dr. Sani Muhamad Isa, S.Si., M.Kom – Guru Besar Bidang Ilmu Data Science.
Diskusi akademik dipandu oleh moderator Dr. Wulan Furrie Lenggana, S.I.Kom., M.I.Kom, yang memfasilitasi pertukaran gagasan secara konstruktif antara narasumber dan peserta.
Seminar Nasional 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 800 sivitas akademika Institut STIAMI terdiri dari dosen, praktisi, mitra serta mahasiswa program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana. Partisipasi aktif peserta menunjukkan tingginya urgensi pemahaman terhadap perkembangan AI serta implikasinya terhadap transformasi dunia kerja dan pembangunan nasional.
Sebagai bagian dari penguatan budaya akademik, Seminar Nasional 2026 juga menyelenggarakan diskusi ilmiah berupa call for paper yang menghadirkan lebih dari 20 paper dengan subtopik komunikasi digital, bisnis, teknologi AI, pariwisata, dan logistik. Kegiatan ini melibatkan kontribusi akademisi dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Nasional Jakarta, Universitas Nusa Cendana Kupang (NTT), Institut Transportasi & Logistik Trisakti Jakarta serta Institut STIAMI. Kehadiran call for paper ini menjadi wadah diseminasi hasil riset serta pengembangan keilmuan lintas disiplin yang relevan dengan tema seminar.
Selain capaian akademik, Seminar Nasional 2026 ini juga menyoroti kiprah mahasiswa dalam mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis kreativitas dan inovasi. Hal ini tercermin melalui hadirnya unit kegiatan Mahasiswa Kreatif yang menghadirkan produk unggulan dalam rangkaian acara Seminar Nasional 2026, di antaranya Bun&Bean yang digagas oleh Mohammad Kevin, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, serta Madaya Coffee yang dikembangkan oleh Adrian, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis.
Kedua inisiatif tersebut menjadi representasi nyata mahasiswa Institut STIAMI yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, jiwa inovatif, serta kemampuan adaptif dalam membaca peluang di era ekonomi kreatif berbasis teknologi. Kehadiran UKM Mahasiswa Kreatif ini sekaligus memperkuat komitmen institusi dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang mandiri dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.
Dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis, pada momentum Seminar Nasional 2026 ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Institut STIAMI dengan AKKI (Asosiasi Konten Kreator Indonesia). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kompetensi di bidang industri kreatif dan digital, serta peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Selain itu, Institut STIAMI juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan RRI (Radio Republik Indonesia) sebagai bentuk sinergi dalam penguatan publikasi, edukasi, dan literasi informasi kepada masyarakat luas melalui media penyiaran publik.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai manfaat akademik dan praktis, antara lain pemutakhiran wawasan terkait tren AI dan masa depan dunia kerja, penguatan perspektif melalui pemaparan para pakar nasional, serta perluasan jejaring kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum ilmiah yang produktif dalam merumuskan strategi pengembangan SDM berbasis teknologi, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam menghadapi tantangan global.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi unggul, Institut STIAMI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).
Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.
Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.
Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,
Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]