Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • GELOMBANG UANG DAN RASA: MEMBACA EKONOMI SAAT IDUL FITRI 1447H / 2026M DARI ANGKA-ANGKA YANG TERBUKA

    23 Mar 2026 | Dilihat: 25 kali

    oleh: Riri Satria

    Angka-angka dalam tulisan ini saya peroleh dari berbagai sumber publik di internet yang dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari laporan media, pernyataan lembaga seperti Kadin, hingga rilis kementerian dan otoritas terkait. Tidak ada analisis yang mendalam dalam arti penelitian akademik yang ketat dan ini lebih merupakan sebuah refleksi atas berbagai data dan kenyataan yang tersedia secara terbuka, dibaca dari sudut pandang seseorang yang memiliki latar belakang di dunia teknologi digital dan siber.

    Ada sesuatu yang selalu terasa berbeda setiap kali bulan Ramadan bergerak menuju puncaknya, lalu pecah menjadi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Jalanan yang biasanya padat menjadi lebih riuh, pusat perbelanjaan yang tadinya biasa saja mendadak penuh sesak, dan percakapan sehari-hari berubah, dari soal pekerjaan menjadi soal mudik, baju baru, dan oleh-oleh untuk keluarga. Di tengah suasana itu, tanpa kita sadari, ekonomi Indonesia sebenarnya sedang bergerak dalam skala yang sangat besar, nyaris seperti gelombang yang datang setahun sekali.

    Jika kita mencoba menerjemahkan suasana itu ke dalam angka, hasilnya cukup mencengangkan. Berbagai proyeksi menunjukkan bahwa perputaran uang selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447H atau 2026M berada di kisaran Rp175 triliun hingga Rp190 triliun, sebuah angka yang banyak dikutip dari proyeksi berbagai lembaga dan pemberitaan ekonomi.

    Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) juga memberikan estimasi yang sedikit lebih konservatif, yakni sekitar Rp148 triliun hingga Rp160 triliun tergantung asumsi pengeluaran masyarakat. Angka-angka ini bukan sekadar statistik dingin, dan ia adalah akumulasi dari jutaan keputusan kecil yang kita anggap biasa.

    Di balik angka ratusan triliun itu, ada gerakan manusia yang luar biasa besar. Sekitar 143 hingga 144 juta orang melakukan perjalanan mudik, membawa serta uang, harapan, dan cerita dari kota ke desa. Saya sering membayangkan momen ini seperti aliran sungai raksasa yang mengalir balik arah, dari pusat ekonomi menuju pinggiran, dari gedung-gedung tinggi ke halaman rumah sederhana.

    Uang tidak lagi hanya berputar di kota, tetapi menyebar, menghidupkan warung kecil, pasar tradisional, dan usaha-usaha yang mungkin sepanjang tahun berjalan pelan.

    Ada detail lain yang diam-diam menunjukkan betapa besar skala pergerakan ini. Sistem perbankan, termasuk otoritas moneter, menyiapkan uang tunai sekitar Rp185 triliun untuk memenuhi lonjakan kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

    Ini seperti menyiapkan bahan bakar dalam jumlah masif sebelum sebuah mesin besar dinyalakan. Bahkan, lonjakan konsumsi selama periode ini diperkirakan meningkat sekitar 10–15 persen dibandingkan hari biasa, mempertegas bahwa Lebaran memang menjadi puncak aktivitas ekonomi tahunan.

    Namun yang paling menarik bukan hanya besarnya angka, melainkan bagaimana uang itu bergerak. Momentum Idul Fitri sering kali menjadi titik di mana usaha kecil dan menengah tiba-tiba “hidup” dengan cara yang berbeda. Ada proyeksi bahwa omzet pelaku UMKM bisa meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari normal.

    Saya membayangkan pedagang kue yang biasanya menjual puluhan toples, tiba-tiba harus memenuhi ratusan pesanan. Atau warung makan di kampung yang mendadak penuh oleh perantau yang pulang. Dalam momen singkat ini, ekonomi terasa lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih terasa denyutnya.

    Jika semua angka itu disatukan dengan sedikit keberanian untuk memperluas perspektif, maka nilai ekonomi Idul Fitrii 2026 sebenarnya tidak berhenti di angka Rp175–190 triliun saja.

    Dengan memasukkan efek turunan seperti transportasi, pariwisata, konsumsi ritel, hingga aktivitas informal, kita bisa membayangkan total dampaknya mendekati Rp200 triliun bahkan lebih. Sebuah angka yang, jika dipikirkan sejenak, setara dengan “ledakan ekonomi mini” yang terjadi hanya dalam beberapa minggu.

    Tetapi di balik semua itu, ada sesuatu yang lebih sulit diukur. Idul Fitri bukan sekadar peristiwa ekonomi, ia adalah peristiwa emosional yang kebetulan memiliki dampak ekonomi sangat besar. Orang tidak belanja hanya karena kebutuhan, tetapi karena ingin berbagi. Orang pulang kampung bukan hanya untuk perjalanan fisik, tetapi untuk kembali pada sesuatu yang lebih dalam: identitas, keluarga, dan kenangan. Mungkin justru di situlah letak kekuatan ekonomi Idul Fiti, ia digerakkan bukan hanya oleh rasionalitas, tetapi oleh rasa.

    Dan ketika saya mencoba melihat semua ini dari kejauhan, ada semacam kekaguman yang muncul. Dalam satu momen yang singkat, ekonomi Indonesia yang biasanya bergerak stabil di angka-angka makro tiba-tiba berdenyut lebih cepat, lebih hangat, lebih hidup. Seolah-olah negara ini, yang sepanjang tahun berjalan dengan ritme hati-hati, tiba-tiba diberi kesempatan untuk bernapas lebih dalam, meski hanya sebentar.

    --- Riri Satria ---

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture