Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • ILCS PELINDO SOLUSI DIGITAL: ARSITEK EKOSISTEM LOGISTIK MARITIM DIGITAL INDONESIA

    29 Jan 2026 | Dilihat: 45 kali

    oleh: Riri Satria, Komisaris Utama ILCS Pelindo Solusi Digital

    Di balik aktivitas kapal yang datang dan pergi, deru crane yang mengangkat peti kemas, serta arus logistik yang menggerakkan ekonomi nasional, ada satu kekuatan tak kasatmata yang kini menjadi tulang punggung pelabuhan modern: teknologi digital. Di lingkungan Pelindo Group, peran itu diemban oleh PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS), yang dikenal sebagai Pelindo Solusi Digital.

    Sebagai anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), ILCS Pelindo Solusi Digital memegang mandat strategis, yaitu memastikan transformasi digital bukan sekadar wacana, tetapi menjadi sistem nyata yang bekerja setiap hari di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Perannya akan terus berlanjut dalam mendukung Pelindo memperkuat posisi sebagai operator pelabuhan berkelas dunia, melalui pemanfaatan teknologi digital mutakhir dalam operasional bisnis kepelabuhanan.

    Selama ini ILCS Pelindo Solusi Digital telah menjadi motor pengembangan dan pengelolaan solusi digital untuk mendorong integrasi dan efisiensi operasional pelabuhan. Fokus utamanya adalah pengelolaan teknologi digital serta digitalisasi layanan pelabuhan melalui implementasi single system di sekitar 120 pelabuhan yang dikelola Pelindo di Indonesia. Bukan hanya membangun sistem, ILCS Pelindo Solusi Digital juga bertanggung jawab merancang solusi digital yang mendukung eksekusi roadmap transformasi digital Pelindo Group secara menyeluruh.

    Berbagai sistem strategis dikembangkan dan dikelola ILCS Pelindo Solusi Digital, mulai dari Port Operating System, Multipurpose Operating System, Marine Operating System, Maritime Connectivity Hub, Maritime Asset Service, Gate System, hingga platform integrasi data yang digunakan terminal-terminal Pelindo di seluruh Indonesia. Seluruh sistem ini terhubung dalam satu ekosistem digital yang memberikan visibilitas menyeluruh atas layanan kapal, barang, dan logistik.

    Implementasinya sudah hadir di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, serta pelabuhan strategis lainnya yang menjadi simpul arus barang nasional. Setiap sistem dirancang adaptif terhadap karakteristik lokal, namun tetap terintegrasi dalam satu platform terpadu.

    DMDC: PUSAT INOVASI MARITIM DIGITAL

    Dalam memperkuat fondasi transformasi ini, ILCS Pelindo Solusi Digital membentuk Digital Maritime Development Center (DMDC), sebuah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim Indonesia. Kehadiran DMDC menandai fase baru, di mana ILCS Pelindo Solusi Digital tidak hanya mengimplementasikan sistem, tetapi juga menjadi pusat penciptaan inovasi maritim digital nasional.

    Pembentukan DMDC merupakan respons terhadap empat tantangan besar.

    Pertama, tantangan paradigma pembangunan Indonesia sebagai negara maritim. Laut adalah sumber keunggulan bangsa. Dengan potensi kelautan yang luas, ekosistem logistik maritim Indonesia harus menjadi unggul, efisien, dan berdaya saing global. DMDC hadir untuk memastikan teknologi digital menjadi pengungkit utama kekuatan maritim nasional.

    Kedua, percepatan transformasi digital nasional. Sejalan dengan langkah strategis pemerintah dalam memperluas infrastruktur digital, integrasi pusat data nasional, penguatan talenta digital, serta dukungan regulasi dan pembiayaan, DMDC berperan mempercepat transformasi digital khusus di sektor logistik maritim.

    Ketiga, pembangunan ekonomi berbasis riset dan inovasi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti berkorelasi erat dengan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks Visi Indonesia Emas 2045, DMDC menjadi wadah kontribusi nyata ILCS Pelindo Solusi Digital dalam mendorong pembangunan logistik maritim berbasis riset, teknologi, dan inovasi.

    Keempat, langkah menuju kedaulatan digital. Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar dan talenta digital yang terus berkembang. Namun bangsa ini tidak boleh hanya menjadi pasar. Melalui DMDC, ILCS Pelindo Solusi Digital ikut menjaga aset digital nasional, mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta memperkuat kemandirian teknologi maritim Indonesia.

    Semangat pembentukan DMDC adalah bahwa langkah yang tampak kecil hari ini dapat membawa dampak besar di masa depan, bukan hanya bagi Pelindo, tetapi bagi Indonesia.

    TEKNOLOGI, AI, DAN MASA DEPAN PELABUHAN

    Transformasi ini semakin dipercepat oleh Artificial Intelligence (AI) yang mendorong pelabuhan menuju konsep smart sea port. Dengan AI, proses bongkar muat lebih presisi, arus kapal dapat diprediksi, waktu tunggu ditekan, dan produktivitas meningkat. AI juga meningkatkan keamanan melalui sistem pengawasan cerdas serta memungkinkan predictive maintenance peralatan.

    Praktik ini telah diterapkan di Rotterdam, Singapura, dan Shanghai, pelabuhan global yang menunjukkan bagaimana teknologi mengubah wajah industri maritim. Indonesia pun bergerak ke arah yang sama.

    Di era AI, model bisnis pelabuhan turut berubah. Pelabuhan berkembang menjadi pusat layanan logistik terintegrasi berbasis data, sekaligus platform yang menghubungkan pelayaran, logistik, industri, dan pemerintah. Terjadi konvergensi antara pelabuhan, logistik, teknologi digital, dan kawasan industri.

    MENJAWAB TANTANGAN BIAYA LOGISTIK NASIONAL

    Semua transformasi ini bermuara pada satu tujuan besar yaitu menekan biaya logistik nasional agar keadilan ekonomi semakin nyata. Biaya logistik Indonesia pada 2023 sekitar 14,29% dari PDB. Meski menurun, angka ini masih menjadi tantangan, dipengaruhi faktor geografis kepulauan, keterbatasan infrastruktur, dan konektivitas transportasi.

    Karena itu, inovasi digital menjadi kebutuhan strategis. ILCS menghadirkan platform Adhara , Digital Bridge for Integrated Maritime sebagai jembatan digital integrasi logistik maritim nasional. Melalui Adhara, proses logistik semakin terintegrasi, efektif, dan efisien, sehingga berkontribusi menurunkan biaya logistik dan memperbaiki Logistic Performance Index (LPI) Indonesia.

    ILCS Pelindo Solusi Digital, melalui sistem, AI, Adhara, dan kini DMDC, bukan sekadar pengembang teknologi. Ia adalah arsitek ekosistem maritim digital Indonesia , bekerja di antara dermaga dan data, kapal dan kode, logistik dan algorita, agar lebih efisien, pelabuhan lebih cerdas, dan manfaat ekonomi menjangkau seluruh penjuru negeri.

    Riri Satria

    Komisaris Utama - ILCS Pelindo Solusi Digital

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture