Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • DARI RUANG KELAS KE PELABUHAN: ENTERPRISE ARCHITECTURE SEBAGAI JALAN BERSAMA

    13 Jan 2026 | Dilihat: 84 kali

    Pagi jelang siang tadi terasa berbeda.Ruang rapat yang biasanya dipakai untuk RUPS di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dipenuhi bukan hanya oleh diskusi dan presentasi, tetapi juga oleh rasa hangat, rasa yang lahir dari pertemuan antara dunia akademik dan praktik, antara gagasan dan kenyataan.

    Kami kedatangan tamu istimewa dari Program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (MTI Fasilkom UI). Sahabat saya Dr. Betty Purwandari hadir bersama para mahasiswa MTI Fasilkom UI yang sebelumnya melakukan penelitian tesis mereka di Pelindo, khususnya terkait Enterprise Architecture (EA), dan kini telah menyelesaikan studi mereka. Melihat wajah-wajah yang dulu datang dengan proposal penelitian, kini kembali dengan status lulusan, menghadirkan perasaan haru tersendiri, sebuah siklus ilmu yang terasa utuh.

    Pelindo menyambut dengan penuh keterbukaan. Hadir Pak Heru Satrio selaku Group Head IT, Pak Hugo sebagai Dept Head Enterprise Architecture, Ibu Ringgar dari Departemen SDM, Pak Hari Wahyudi selaku Dept Head Pengembangan Anak Perusahaan, Pak Yudi sebagai Direktur ILCS, Pak Dimas selaku Corporate Secretary ILCS, serta Henry Christianto dari Komite Teknologi dan Risiko BOC ILCS, ditemani para staf yang sejak awal menunjukkan antusiasme yang tulus.

    Saya merasa kehadiran mereka bukan sekadar formalitas struktural, tetapi penanda keseriusan Pelindo dalam menjadikan pengetahuan sebagai fondasi transformasi.

    Dalam sambutannya, Dr. Betty menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama Fasilkom UI kepada Pelindo. Beliau juga memperkenalkan Fasilkom UI serta Pusat Ilmu Komputer (Pusilkom UI), seakan membuka kembali jendela besar yang menghubungkan kampus dengan dunia industri.

    Momen pertukaran cendera mata yang menyusul terasa sederhana, namun sarat makna: simbol kepercayaan, kolaborasi, dan harapan jangka panjang.

    Pada kesempatan itu, saya mendapat ruang untuk mempresentasikan framework, teori, serta langkah-langkah melakukan cascading dalam Enterprise Architecture. Sebuah topik yang mungkin terdengar teknis, tetapi sejatinya berbicara tentang masa depan bagaimana organisasi merancang dirinya agar tetap relevan, adaptif, dan berkelanjutan.

    Saya menyadari, apa yang saya sampaikan bukan hanya hasil bacaan atau pengalaman profesional, tetapi juga hasil perenungan panjang tentang bagaimana teori bertemu dengan realitas yang sering kali tidak ideal.

    “Oh well,” saya sempat tersenyum dalam hati. Posisi saya memang ganda. Di satu sisi, saya adalah Komisaris Utama ILCS Pelindo Solusi Digital. Di sisi lain, saya juga dosen di MTI Fasilkom UI. Dua peran ini kerap membuat saya berdiri di persimpangan: antara tuntutan korporasi dan idealisme akademik.

    Namun pagi jelang siang tadi, justru di sanalah saya merasa utuh. Tidak ada konflik peran, yang ada justru jembatan yang memungkinkan ilmu mengalir, diuji, dan dimatangkan.

    Pertemuan ini mengingatkan saya bahwa kemajuan bangsa tidak lahir dari satu pihak saja. Ia tumbuh dari dialog, dari kerendahan hati untuk belajar satu sama lain, dan dari keberanian untuk berkolaborasi melampaui sekat institusi. Pelindo dengan kompleksitas industrinya, dan UI dengan kedalaman keilmuannya, memiliki potensi besar untuk saling menguatkan.

    Saya meninggalkan ruang rapat dengan perasaan optimistis. Semoga Pelindo dan Universitas Indonesia dapat terus bersinergi, tidak hanya untuk pengembangan Enterprise Architecture atau transformasi digital.

    Semoga demikian 🇲🇨🇲🇨🇲🇨

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture