Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • FISIKA YANG FILSAFAT

    12 Jan 2026 | Dilihat: 59 kali

    Beberapa hari yang lalu saya iseng melihat rak buku anak saya si Raihan, dan saya menemukan buku ini. Melihat dari judulnya, ini tentu buku tentang Fisika. Saya tidak heran, karena Raihan memang lulusan jurusan Fisika FMIPA. Saya penasaran dengan buku ini, karena judulnya menarik.

    Ini kesimpulan pembacaan awal saya. Buku "Reality Is Not What It Seems: The Journey to Quantum Gravity" karya Carlo Rovelli kelihatannya adalah sebuah pengantar populer yang mengajak pembaca menelusuri sejarah panjang pemahaman tentang realitas fisik, dari filsafat Yunani Kuno hingga fisika teoretis paling mutakhir, khususnya gravitasi kuantum. Setidaknya itu yang saya angkap saat ini.

    Secara garis besar, isi buku ini dapat dipahami dalam beberapa pembahasan utama.

    Pertama, buku menjelaskan akar pemikiran ilmiah Barat, dimulai dari Demokritos, Anaximandros, dan para filsuf Yunani yang pertama kali berani menjelaskan alam semesta tanpa mitos. Ia menunjukkan bahwa sejak awal, sains lahir dari keberanian untuk meragukan ā€œapa yang tampakā€ dan mencari struktur terdalam dari kenyataan. Di sini, pembaca diajak menyadari bahwa realitas tidak pernah sesederhana persepsi indrawi kita.

    Kedua, buku ini mengulas revolusi besar dalam fisika klasik, terutama karya Newton, lalu beralih ke Einstein dan relativitas umum. Buku ini menjelaskan dengan bahasa yang jernih bahwa ruang dan waktu bukanlah panggung tetap tempat peristiwa terjadi, melainkan sesuatu yang lentur, dinamis, dan saling terkait dengan materi serta energi.

    Pada titik ini, fisika teoritik bahkan filsafati mulai muncul dan intuisi sehari-hari manusia mulai runtuh, di mana Rovelli menjelaskan bahwa waktu tidak universal, ruang tidak absolut. Bagaimana pula itu?

    Ketiga, buku ini menjelaskan dunia fisika kuantum, di mana realitas menjadi lebih radikal lagi. Partikel tidak memiliki sifat pasti sebelum diukur, dan dunia tersusun dari peristiwa-peristiwa probabilistik, bukan benda-benda padat yang stabil. Di sinilah judul buku menjadi jelas bahwa realitas sungguh tidak seperti yang tampak.

    Keempat, buku ini membahas tentang gravitasi kuantum, khususnya pendekatan yang dikembangkan Rovelli sendiri, yaitu loop quantum gravity. Ia menjelaskan upaya menyatukan relativitas umum (yang menjelaskan kosmos besar) dan mekanika kuantum (yang menjelaskan dunia mikroskopis). Dalam pandangan ini, ruang dan waktu tersusun dari ā€œbutiranā€ diskret, bukan kontinu, dan alam semesta pada dasarnya adalah jaringan relasi, bukan kumpulan objek terpisah.

    Terakhir, buku ini ditutup dengan refleksi filosofis yang kuat, bahwa sains bukan hanya kumpulan rumus, melainkan cara manusia memahami dirinya sendiri di dalam kosmos. Rovelli menekankan kerendahan hati intelektual bahwa pengetahuan selalu sementara, terbuka untuk direvisi, dan justru di situlah keindahannya. Sains, bagi Rovelli, adalah petualangan intelektual dan eksistensial sekaligus.

    Singkatnya, buku ini bukan sekadar buku fisika, melainkan esai reflektif tentang realitas, waktu, ruang, dan posisi manusia di alam semesta, ditulis dengan gaya puitis, jernih, dan penuh rasa takzim pada misteri semesta. Cocok bagi pembaca umum yang ingin memahami fisika modern tanpa harus bergulat dengan matematika berat.

    Buku yang menarik sekaligus membuat panjang dan sakik kapalo hahaha ..😁

    .

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku ā€œApa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: ā€œJendelaā€ (2016), ā€œWinter in Parisā€ (2017), ā€œSiluet, Senja, dan Jinggaā€ (2019), ā€œMetaverseā€ (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul ā€œAlgoritma Kesunyianā€ (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: ā€œUntuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnisā€ (2003), trilogi ā€œProposisi Teman Ngopiā€ (2021) yang terdiri tiga buku ā€œEkonomi, Bisnis, dan Era Digitalā€, ā€œPendidikan dan Pengembangan Diriā€, dan ā€œSastra dan Masa Depan Puisiā€ (2021), serta ā€œJelajahā€ (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa AlaaĀ atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ā  Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Ā  oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ā  Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik šŸ˜šŸ„³šŸš€šŸ”„
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture