Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • Dari Soft Launching Majalah PojokTIM; Kritik, Pujian dan Antusiasme!

    22 Aug 2025 | Dilihat: 41 kali

    PojokTIM – Di luar ekspektasi!  Acara peluncuran awal (soft launching) Majalah PojokTIM berlangsung cukup meriah. Halaman Galeri Buku Bengkel Deklamasi (Teater Tanah Air) milik teaterwan kondang Jose Rizal Manua di kompleks Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), Kamis (21/8/2025) berlangsung seru dan dihadiri banyak seniman serta sastrawan.

    “Selamat atas terbitnya Majalah PojokTIM,” ujar Jose.

    Hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Bambang Prihadi, Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) Riri Satria, sastrawan Kurnia Effendi (Kef), Arief Joko Wicaksono, Madin Tyasawan, R Mono Wangsa, Nurhadi Maulana Saibin, Imam Ma’arif, Muhammad Aidil Usman, Ni Made Sri Andani, Romy Sastra, Khairani Piliang, Sihar Ramses Simatupang, Mogan Pasaribu, Sofyan RH Zaid, jurnalis Iwan Kurniawan, Yogi, dan puluhan lainnya.

    Militan

    Tampil sebagai pemantik talk show dalam acara bertajuk Melawan Arus yang dipandu Nanang R Supriyatin, Riri Satria memuji militansi kru PojokTIM yang terus bergerak di tengah keterbatasan. Sebab sebelumnya PojokTIM sudah menerbitkan buku kumpulan wawancara dengan para seniman, sasrawan, pemangku kebijakan, dan penggiat kesenian yang berkegiatan di PKJ TIM yang diberi judul Mereka Ada di TIM. Saat ini buku yang berisi 50 wawancara itu sudah memasuki jilid 2 dan tengah dalam proses penerbitan.

    “Kehadiran PojokTIM agak melawan pakem. Di saat media bergerak dari cetak ke digital, PojokTIM justru bergerak sebaliknya, dari website ke cetak. Tapi memang di era ini sedang terjadi banyak paradoks seperti diungkap dalam buku The Paradox karya Charlie Fletcher. Semakin kita bekerja untuk kesejahteraan, semakin kita terjauhkan secara sosial. Termasuk paradoks, semakin berkembang era digital ternyata muncul permintaan kembali ke era non-digital,” ujar ahli ekonomi digital itu.

    Meski demikian Riri mengingatkan, sekalipun kerja sosial, untuk kemaslahatan bersama, tetap saja membutuhkan biaya. Oleh karenanya, PojokTIM harus tetap realistis dan mengurangi imajinasinya. “Saya termasuk yang diajak bicara oleh Yon Bayu, Giyanto Subagio dan Mas Nanang R Supriyatin saat Majalah PojokTIM masih berupa gagasan dan wacana. Saya tahu, Yon Bayu sudah punya perhitungan matang sehingga saya berharap Majalah PojokTIM bisa terus eksis,” tambah Staf Khusus Menko Polhukam itu.

    Sementara Kef berharap Majalah PojokTIM bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan media konvensional. Kef berbagi pengalaman terkait pengelolaan media. Berdasar hal itu, Kef menyarankan agar isi Majalah PojokTIM dekat dengan pembacanya.

    “Untuk menjaring pembaca Majalah PojokTIM dari kalangan milenal dan kelompok muda saat ini, bisa disikapi dengan isi majalah yang berhubungan dengan mereka supaya merasa ini majalah (tentang) saya sehingga saya harus memiliki, harus membacanya. Bukan majalah (tentang) mereka yang harus saya baca,” saran Kef.

    Hal senada disampaikan Arief Joko Wicaksono. Dalam paparannya, dosen publisistik di sejumlah operguruan tinggi itu mencontohkan beberapa majalah seperti Majas dan Media TIM.

    “Tata letak dan jenis font harus diperhatikan. Harus eye catching sehingga ketika dibuka, pembaca merasa “wow” melihat tampilannya,” kata Arief yang juga mantan wartawan Sinar Harapan.

    Di awal acara, Pemimpin Redaksi Majalah PojokTIM Yon Bayu Wahyono mengatakan Majalah PojokTIM merupakan versi cetak dari laman pojoktim.com. “Setelah hampir 2 tahun hanya mempublikasikan kegiatan teman-teman seniman di laman web, akhirnya kami sampai pada kesimpulan untuk menerbitkan versi cetaknya. Tentu dengan penambahan berita, pemikiran dan peristiwa-peristiwa baru,” ujar Yon Bayu.

    Menurutnya, keputusan itu bukan tanpa resiko, bahkan melawan arus. Namun Yon Bayu meyakini budaya membaca buku akan kembali tumbuh, beriringan dengan laman digital, dengan buku elektronik, dengan algoritma yang telah membentuk dunia baru di bawah kendali mesin, yang menentukan peristiwa, opini atau lainnya untuk dikonsumsi pengguna internet

    “Ketika kita menerima AI sebagai bagian dari kemajuan, yang memudahkan dan dapat kita suruh untuk melakukan berbagai hal termasuk membuat puisi hanya dalam waktu sepersekian detik, bukan berarti kita harus berhenti menulis puisi. AI hanya merangkai kata, penyair menulis jiwa. AI hanya pengumpul (agregator) berita, kita yang menulis berita,” tegas penulis novel PRASA: Operasi Tanpa Nama itu.

    Yon Bayu juga mengungkapkan keterkejutannya melihat animo dan respon teman-teman. Berdasar catatan bagian pemasaran, lebih dari 40 orang dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jember, Sidoarjo, Makassar, Nusa Tenggara, Padang dan lain-lain yang membeli Majalah PojokTIM dan melakukan pembayaran di muka.

    “Padahal harga Majalah PojokTIM sangat mahal, Rp 75 ribu per eksemplar, belum termasuk ongkos kirim untuk di luar Jabodetabek. Saya speechless karena jauh di atas ekspektasi saya, sekaligus tentunya membuat saya tambah bersemangat mengelola Majalah PojokTIM,” kata Yon Bayu seraya mengucapkan terima kasih kepada Galeri Buku Bengkel Deklamasi yang telah bersedia menjadi lokasi soft launching Majalah PojokTIM.

    Acara yang dipandu Rissa Churria itu, juga diisi pembacaan puisi oleh Boyke Sulaiman. Untuk diketahui, kru PojokTIM terdiri dari Yon Bayu, Nanang R Supriyatin, Giyanto Subagio, Rissa Churria, Erna Winarsih Wiyono, Ihwal Benz Satriadji, dan Dyah Kencono Puspito Dewi

     

    Sumber : POJOKTIM.COM

    Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan RI bidang Digital, Siber dan Ekonomi | Pakar Teknologi Digital | Pengamat Ekonomi Digital | Komisaris Utama Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS)/Pelindo Solusi Digital (PSD) | Founder dan CEO Value Alignment Advisory (VA2) | Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia | Pendiri Jagat Sastra Milenia & SastraMedia.com | Penyair & Penulis | Pencinta Kopi

    Konten Populer

    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • DOWNLOAD DOKUMEN

      May 17, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021
    • Menarik memahami makna pendidikan dalam budaya Minangkabau. Orang Minang memiliki banyak tempat belajar untuk hidupnya. “Sejatinya kita belajar dari berbagai tempat, yaitu sakola (sekolah), surau (masjid), galanggang (gelanggang), dan pasa (pasar). Di atas semua itu, kita harus mampu belajar dari semua yang ada di dalam, karena pepatah Minang mengatakan bahwa alam takambang jadi guru,” kata Pakar Teknologi Digital, Riri Satria, saat dihubungi majalahelipsis.com terkait […]

      May 03, 2024

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    RECENT EVENT

    Buku Terbaru Riri Satria

    LOG IN HARAMAIN "Jejak Perjalanan Ibadah Haji"


    NEXT EVENT

     


    Hide picture