Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • AI ITU JAUH LEBIH BESAR DARIPADA SEKADAR CHATGPT, GEMINI AI, META AI, DEEPSEEK, DAN SAUDARA-SAUDARANYA

    15 Jun 2026 | Dilihat: 11 kali

    oleh Riri Satria

    Beberapa waktu terakhir, saya sering menjumpai orang-orang yang berbicara tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seolah-olah teknologi tersebut hanya terdiri atas ChatGPT, Gemini AI, Meta AI, atau DeepSeek.

    Penyebutan nama-nama tersebut sering kali menimbulkan kesan bahwa seluruh dunia AI telah selesai dijelaskan. Kenyataan menunjukkan hal yang berbeda. Dunia AI memiliki cakupan yang sangat luas, kompleks, dan berlapis-lapis. Chatbot yang populer saat ini hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan ekosistem kecerdasan buatan yang berkembang di berbagai bidang kehidupan.

    Sebagian besar masyarakat mengenal AI melalui aplikasi yang dapat digunakan secara langsung. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan kepada ChatGPT, meminta Gemini AI membuat ringkasan, atau berdialog dengan Meta AI. Pengalaman tersebut terasa nyata dan mudah dipahami. Kondisi tersebut mendorong banyak orang untuk menyamakan produk yang mereka gunakan dengan keseluruhan konsep AI.

    Fenomena serupa pernah terjadi ketika sebagian masyarakat menganggap internet identik dengan mesin pencari atau menganggap media sosial identik dengan satu platform tertentu. Pengenalan terhadap sebuah produk akhirnya menutupi pemahaman terhadap sistem yang jauh lebih besar.

    Kehadiran AI sesungguhnya telah berlangsung lama dalam berbagai sektor kehidupan.

    Dunia logistik dan pelabuhan memanfaatkan AI untuk memprediksi arus barang, mengoptimalkan penempatan peti kemas, mengatur jadwal bongkar muat kapal, serta memperkirakan waktu kedatangan kapal dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Sistem AI di sejumlah pelabuhan modern juga membantu mengatur pergerakan truk agar kemacetan dapat dikurangi.

    Peningkatan efisiensi tersebut berdampak langsung pada kelancaran rantai pasok dan distribusi barang.

    Industri penerbangan dan pengelolaan bandar udara juga memanfaatkan AI dalam berbagai kegiatan operasional. Sistem AI membantu memprediksi keterlambatan penerbangan, mengoptimalkan penggunaan landasan pacu, menyusun jadwal awak pesawat, serta melakukan pemeliharaan prediktif terhadap berbagai komponen pesawat.

    Analisis data yang dilakukan secara berkelanjutan memungkinkan sistem mendeteksi gejala kerusakan sebelum kerusakan tersebut benar-benar terjadi. Kemampuan tersebut membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat aspek keselamatan penerbangan.

    Sektor kesehatan menunjukkan perkembangan yang tidak kalah menarik. Rumah sakit memanfaatkan AI untuk membantu membaca hasil pemeriksaan radiologi, seperti foto rontgen, CT scan, dan MRI. Sistem tersebut dapat mengenali pola tertentu yang berkaitan dengan berbagai penyakit.

    Dokter memperoleh dukungan tambahan dalam proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis. Peran AI dalam bidang kesehatan tidak menggantikan tenaga medis, melainkan membantu meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelayanan kepada pasien.

    Industri keuangan termasuk sektor yang sangat intensif dalam penggunaan AI. Bank dan lembaga keuangan memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendeteksi transaksi mencurigakan, mencegah penipuan, menilai risiko kredit, memprediksi perilaku nasabah, serta mendukung pengelolaan investasi.

    Sistem AI mampu menganalisis jutaan transaksi dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan tersebut memungkinkan lembaga keuangan mengambil tindakan lebih cepat ketika menemukan indikasi penyimpangan atau potensi risiko.

    Seluruh contoh tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar AI bekerja di balik layar dan tidak selalu terlihat oleh masyarakat. Sistem-sistem tersebut tidak menghasilkan percakapan yang menarik perhatian publik sebagaimana chatbot generatif.

    Pengaruh AI terhadap kehidupan modern justru banyak muncul melalui peningkatan efisiensi, ketepatan analisis, keselamatan operasional, dan kualitas layanan di berbagai sektor. Masyarakat sering kali menikmati manfaatnya tanpa menyadari bahwa AI sedang bekerja di belakang proses tersebut.

    Peningkatan literasi AI menjadi kebutuhan yang semakin penting pada masa sekarang. Pemahaman yang lebih luas akan membantu masyarakat melihat AI sebagai sebuah ekosistem teknologi yang sangat beragam. ChatGPT, Gemini AI, Meta AI, DeepSeek, dan berbagai chatbot generatif lainnya merupakan inovasi yang penting dan mengesankan. Keberadaan mereka hanya mewakili satu cabang dari pohon besar yang bernama kecerdasan buatan.

    Pemahaman terhadap keseluruhan pohon tersebut akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peran AI dalam membentuk kehidupan manusia pada masa kini dan masa depan.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture