Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • OFFICE POLITICS ALA MAFIA: CATATAN SANTAI DARI SEBUAH NGOPI SORE

    08 Mar 2026 | Dilihat: 38 kali

    oleh: Riri Satria

    Disclaimer: tulisan ini mungkin mengandung ajaran sesat lagi menyesatkan. Jika Anda memutuskan untuk terus membaca, maka segala risiko ditanggung sendiri. Hehehe.

    Sore itu kami duduk santai di sebuah kafe, kopi mengepul pelan di atas meja, sementara percakapan mengalir seperti biasanya: ringan di awal, lalu perlahan-lahan masuk ke wilayah yang agak serius. Saya bersama beberapa mahasiswa. Topik yang entah bagaimana muncul adalah sesuatu yang sebenarnya sering dibicarakan orang, tetapi jarang dibedah secara jujur, yaitu office politics.

    Awalnya diskusi berjalan seperti diskusi kelas biasa. Ada yang berbicara tentang strategi bertahan di organisasi, ada yang menyinggung soal kepemimpinan, ada pula yang bercerita tentang pengalaman di kantor-kantor besar. Sampai kemudian seorang mahasiswa melemparkan pertanyaan yang membuat kami semua berhenti sejenak.

    “Pak, trik-trik kotor di dalam organisasi itu juga termasuk office politics ya?”

    Pertanyaan itu sederhana, tetapi menggelitik. Saya tersenyum, menyesap kopi sebentar, lalu menjawab: ya, itu juga bagian dari praktik office politics. Bahkan dalam beberapa buku tentang organisasi, ada istilah yang agak ekstrem, yaitu office politics ala mafia.

    Sebelum diskusi kami semakin jauh, saya mencoba menjelaskan terlebih dahulu makna dari dua istilah itu. Office politics atau politik kantor pada dasarnya adalah dinamika sosial yang tidak selalu tertulis dalam aturan organisasi. Ia adalah taktik, manuver, permainan pengaruh, dan kadang juga permainan kekuasaan yang terjadi di tempat kerja. Individu atau kelompok menggunakan berbagai cara untuk mempengaruhi keputusan, mendapatkan keuntungan pribadi, memperoleh promosi, atau memperluas pengaruhnya.

    Di dalamnya ada negosiasi, ada aliansi, ada persaingan, dan kadang ada intrik. Dalam bentuk yang sehat, office politics bisa menjadi seni berjejaring dan membangun pengaruh. Tetapi dalam bentuk yang gelap, ia bisa berubah menjadi permainan yang merusak budaya organisasi.

    Sementara itu kata mafia memiliki sejarah yang jauh lebih keras. Mafia dikenal sebagai organisasi kriminal yang rahasia, terstruktur secara hierarkis, dan terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan terorganisir: pemerasan, perdagangan narkoba, perjudian ilegal, pencucian uang, sampai prostitusi.

    Istilah ini berasal dari Sisilia, Italia, pada abad ke-19, dan kemudian menjadi simbol bagi sindikat kriminal kuat yang beroperasi di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat misalnya, dikenal jaringan yang disebut La Cosa Nostra, yang menjadi salah satu representasi paling terkenal dari organisasi mafia modern.

    Ketika dua istilah itu dipertemukan, lahirlah metafora yang cukup mengerikan sekaligus menarik, yaitu office politics ala mafia. Tentu saja bukan berarti kantor berubah menjadi markas kriminal. Tetapi istilah itu menggambarkan gaya permainan kekuasaan yang penuh intrik, manipulasi, dan strategi gelap.

    Nah, kira-kira seperti itulah yang kami bahas sore itu. Saya mencoba menguraikan kepada para mahasiswa beberapa pola yang sering muncul dalam praktik office politics yang gelap semacam ini. Saya tidak menyebutnya sebagai strategi yang patut ditiru. Justru sebaliknya. Kita perlu mengenalnya supaya tidak melakukannya, dan juga supaya tidak menjadi korban.

    Pertama adalah gaya klasik, lempar batu, sembunyi tangan, lalu tuding orang lain. Intinya sederhana: kita membuat kesalahan, tetapi tanggung jawabnya dialihkan kepada orang lain. Dalam bentuk ekstrem, ini bisa menjadi pembunuhan karakter. Fitnah yang dirancang pelan-pelan sampai reputasi seseorang runtuh.

    Kedua adalah strategi yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan ungkapan indah sekaligus mengerikan, yaitu menggunting dalam lipatan. Menggerogoti dari dalam. Orang menyusup, membangun kepercayaan, lalu perlahan-lahan merusak struktur organisasi dari dalam. Dalam sejarah militer, kita mengenalnya sebagai kisah legendaris Kuda Troya.

    Ketiga adalah pepatah yang sering kita dengar sejak kecil, ayam bertelur, sapi yang mendapat nama. Ada orang yang bekerja keras berbulan-bulan, tetapi orang lain yang tiba-tiba muncul di menit terakhir justru menjadi tokoh utama. Dunia kerja kadang memang memiliki panggungnya sendiri, dan tidak semua pemain tampil dengan cara yang jujur.

    Keempat adalah mencari kambing hitam. Ini juga strategi klasik untuk menyelamatkan muka. Jika sesuatu gagal, maka kesalahan dialihkan kepada faktor eksternal: kondisi ekonomi, cuaca, sistem, bahkan nasib. Pokoknya yang penting reputasi pribadi tetap selamat.

    Kelima adalah penyanderaan, tentu bukan penyanderaan fisik seperti dalam film. Ini penyanderaan psikologis. Seseorang memegang “kartu rahasia” orang lain: foto, informasi pribadi, atau kelemahan tertentu. Dengan itu, ia bisa mengendalikan orang tersebut.

    Keenam adalah melucuti senjata secara perlahan. Tidak perlu menyerang secara terbuka. Cukup pisahkan seseorang dari timnya, kurangi sumber dayanya, pangkas perannya, dan biarkan ia melemah dengan sendirinya.

    Ketujuh adalah melempar lumpur ke wajah orang lain. Secara sistematis, terstruktur, dan masi. Tujuannya jelas, yaitu menggiring opini publik agar seseorang berubah dari sosok yang dihormati menjadi musuh bersama.

    Kedelapan adalah prinsip sederhana, di mana pertahanan terbaik adalah menyerang. Jika kita punya kelemahan, jangan sampai orang lain melihatnya. Cara tercepat menutupinya adalah dengan menyerang kelemahan orang lain lebih dulu.

    Kesembilan mungkin yang paling lucu sekaligus paling menjengkelkan, yaitu pura-pura bodoh. Tidak tahu, tidak ingat, tidak punya informasi. Diulang terus sampai lawan bicara capek sendiri. Percaya atau tidak, strategi ini bahkan kadang muncul dalam dunia diplomasi.

    Kesepuluh, yang terakhir, tentu saja praktik yang sudah sangat kita kenal, suap, gratifikasi, dan sejenisnya.

    Ketika saya selesai menjelaskan semua itu, meja kami sempat sunyi beberapa detik. Lalu salah satu mahasiswa tertawa kecil dan berkata, “Serem juga ya, Pak.”

    Saya ikut tertawa. Memang terdengar seperti cerita film gangster.

    Tetapi yang membuatnya tidak lucu adalah kenyataan bahwa praktik-praktik seperti ini benar-benar ada dalam kehidupan organisasi, baik di dunia bisnis, birokrasi, bahkan kadang di lingkungan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai moral.

    Karena itulah saya selalu mengatakan kepada para mahasiswa saya, kenali praktik-praktik ini, tetapi jangan pernah menjadikannya pedoman hidup. Jangan lakukan hal-hal seperti ini di kantor.

    Integritas mungkin tidak selalu membuat kita menjadi orang yang paling cepat naik jabatan. Tetapi ia membuat kita bisa pulang ke rumah tanpa harus menanggung beban batin yang berat.

    Dalam jangka panjang, saya masih percaya, mungkin dengan sedikit naif, bahwa organisasi yang sehat akan lebih menghargai orang yang bekerja dengan cara yang bersih.

    Mungkin saya terlalu optimis. Tetapi kalau kita berhenti percaya pada itu, bisa-bisa dunia kerja akan benar-benar berubah menjadi arena mafia.

    Nah, itulah yang saya maksud ketika mengatakan, inilah office politics ala mafia 😎

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    RECENT EVENT

    REFLEKSI BUDAYA & TADARUS SASTRA


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture