Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • DI ANTARA LANGIT DAN LAUT: JEJAK PERJALANAN KARIER DI RUANG-RUANG TRANSISI

    05 Feb 2026 | Dilihat: 9 kali

    Sebuah Refleksi tentang Perjalanan Karir

    oleh: Riri Satria

    Bandara dan pelabuhan laut selalu terasa seperti dua ruang yang berbeda, tetapi bagi saya, keduanya adalah rumah yang saling terhubung. Medium dan lanskapnya memang berlainan, langit dan laut, kaca dan baja, kecepatan dan kesabaran, namun denyutnya serupa. Keduanya adalah ruang peralihan, tempat manusia, barang, dan harapan bergerak dari satu dunia ke dunia lain.

    Walau hari-hari saya kini banyak dihabiskan di dunia pelabuhan dan maritim, perjalanan karier saya justru bermula jauh sebelumnya, pada tahun 1994, di dunia penerbangan dan bandara. Saat itu saya adalah staf konsultan pemula di bidang teknologi informasi. Tugas saya sederhana sekaligus menantang sebagai profesional muda saat itu, yaitu ikut mengimplementasikan teknologi informasi di perusahaan penerbangan dan pengelola bandara.

    Usia masih muda, pengalaman terbatas, tetapi rasa takjub saya besar. Bandara mengajarkan sejak awal bahwa sistem tidak pernah berdiri sendiri. Satu gangguan kecil bisa menjalar ke banyak titik lain, memengaruhi jadwal, biaya, bahkan keselamatan.

    Dari sana saya belajar bahwa bandara bukan sekadar tempat pesawat datang dan pergi. Bandara adalah simpul kompleks, tempat negara hadir lewat imigrasi dan keamanan, tempat bisnis bertarung dengan waktu, dan tempat teknologi diuji dalam tekanan nyata. Pengalaman-pengalaman awal itu membentuk cara pandang saya tentang organisasi, sistem, dan perubahan, bahwa teknologi hanya berarti jika mampu menyatu dengan manusia dan proses.

    Perjalanan karier berikutnya membawa saya ke banyak ruang lain, tetapi bandara dan penerbangan selalu muncul kembali, seolah menjadi benang merah yang tak pernah putus. Beberapa kali saya kembali mengerjakan proyek, mendampingi transformasi, atau sekadar berdiskusi tentang sistem dan strategi di dunia penerbangan dan bandara. Setiap kepulangan itu selalu menghadirkan rasa akrab, seperti bertemu sahabat lama yang telah berubah, tetapi masih menyimpan karakter yang sama.

    Saat ini fokus utama saya berada di pelabuhan laut dan logistik maritim. Banyak orang melihat pelabuhan sebagai dunia yang keras, lambat, dan jauh dari kesan modern. Namun pengalaman mengajarkan hal sebaliknya. Pelabuhan menyimpan kompleksitas yang luar biasa, ragam muatan, kepentingan global, kontrak jangka panjang, serta ketergantungan lintas negara yang tidak memberi ruang bagi kesalahan. Jika bandara menuntut presisi dalam hitungan menit, pelabuhan menuntut ketahanan dalam skala besar.

    Sesekali ada penugasan yang membawa saya kembali ke bandara dan dunia penerbangan. Setiap kali itu terjadi, selalu muncul kesadaran yang sama bahwa kedua dunia ini berbicara dalam bahasa yang berbeda, tetapi menyampaikan pesan yang serupa. Bandara dan pelabuhan sama-sama mengajarkan bahwa transformasi bukan soal alat tercanggih, melainkan soal orkestrasi. Koordinasi antar pelaku, keberanian memutus kebiasaan lama, dan kemampuan mengambil keputusan tepat waktu menjadi penentu utama.

    Di luar seluruh dimensi strategis dan teknologinya, bandara dan pelabuhan juga menyimpan sisi yang lebih personal bagi saya. Keduanya adalah ruang emosi. Perpisahan dan kepulangan, kecemasan dan harapan, lelah dan optimisme bertemu dalam waktu singkat. Tidak ada yang benar-benar tinggal lama di sana. Semua singgah, lalu bergerak. Barangkali itulah sebabnya saya merasa dekat dengan kedua dunia ini. Perjalanan karier saya pun selalu bergerak, berpindah, dan bertransformasi.

    Pada akhirnya, pelabuhan laut, logistik maritim, bandara, dan penerbangan bukanlah bidang-bidang yang terpisah dalam hidup saya. Semuanya saling terjalin sejak awal, membentuk cara saya memahami sistem, organisasi, dan perubahan. Bandara adalah pelabuhan di udara, pelabuhan adalah bandara di laut. Keduanya telah menemani perjalanan panjang saya, mengingatkan bahwa hidup, seperti juga karier, selalu berada di antara keberangkatan dan kedatangan, di ruang transisi yang menuntut kesiapan untuk terus bergerak tanpa kehilangan arah.

    -- Riri Satria ---

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture