Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • KETIKA PANGGILAN PULANG ITU DATANG

    21 Jan 2026 | Dilihat: 43 kali

    Ada satu kepastian yang pelan-pelan kita sadari seiring bertambahnya usia, bahwa suatu hari, tanpa bisa ditawar, kita akan dipanggil pulang oleh Tuhan. Saat itulah seluruh peran, jabatan, kesibukan, dan ambisi kita di dunia dinyatakan selesai. Tidak ada rapat lanjutan, tidak ada rencana esok hari. Semua berhenti pada satu titik, perjumpaan dengan Sang Pemilik Hidup.

    Ketika memikirkan hal itu, saya sering terdiam. Bukan karena apa-apa, melainkan karena muncul dua pertanyaan yang rasanya tak pernah benar-benar usai dijawab. Pertama, apa yang telah saya siapkan ketika saat itu tiba? Kedua, kebaikan apa yang saya tinggalkan sehingga kehadiran saya, meski sudah tiada, masih memberi arti bagi kehidupan?

    Jawaban dari pertanyaan pertama terasa jelas. Ia terkait dengan ibadah dan amal saleh yang saya jalani selama hidup. Bukan hanya soal rutinitas, melainkan tentang kesungguhan hati yaitu sejauh mana saya berusaha jujur, adil, sabar, dan rendah hati dalam keseharian. Sejauh mana saya menyadari bahwa hidup ini bukan sekadar tentang diri sendiri.

    Pertanyaan kedua ternyata bermuara ke hal yang sama. Kebaikan yang kita tinggalkan, entah berupa ilmu pengetahuan, karya, teladan, atau sekadar sikap yang menenangkan, itu semua juga merupakan bentuk ibadah dan amal saleh. Ia menjadi jejak yang terus bekerja, bahkan ketika nama kita tak lagi disebut. Sebuah peninggalan yang membuat hidup orang lain sedikit lebih lapang, sedikit lebih berani, atau sedikit lebih berpengharapan.

    Saya kerap bertanya pada diri sendiri, ketika kelak saya sudah tiada, apakah saya akan berlalu begitu saja? Ataukah ada sesuatu yang diam-diam dikenang, bukan karena kehebatan, melainkan karena kebaikan? Tentu, seperti kebanyakan orang, saya berharap dikenang bukan karena kekuasaan atau pencapaian, tetapi karena pernah berusaha menjadi manusia yang menghadirkan manfaat.

    Karena itu, saya belajar untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bahkan sekadar menemui sahabat atau orang lain dengan senyum tulus dan wajah yang berseri bisa menjadi cahaya kecil di hari seseorang. Kita sering lupa bahwa bagi orang lain, sikap sederhana itu mungkin berarti besar.

    Saya ingin menjadikan kebaikan sebagai panggilan jiwa. Agar Tuhan seolah selalu ā€œmemanggilā€ saya setiap kali ada kebaikan yang perlu dilakukan, bukan sebaliknya, saya yang menunggu waktu luang untuk berbuat baik.

    Mahatma Gandhi pernah berkata, tindakan kebaikan yang paling sederhana jauh lebih kuat daripada seribu kepala yang membungkuk dalam doa. Kalimat itu menggetarkan saya, karena mengingatkan bahwa doa dan tindakan seharusnya berjalan beriringan.

    Bunda Teresa pun mengingatkan dengan lembut namun tegas bawa jika Anda baik, orang mungkin menuduh Anda memiliki motif tersembunyi. Tetaplah menjadi baik. Kebaikan tidak pernah membutuhkan pembelaan, ia hanya membutuhkan ketulusan.

    Saya percaya, bersikap baik kepada orang lain sejatinya adalah cara untuk menjadi baik kepada diri sendiri. Ada ketenangan yang tak bisa dibeli ketika kita tahu telah berusaha meringankan beban orang lain. Lalu tindakan kebaikan yang acak, sekecil apa pun, sering kali menciptakan dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

    Mungkin, pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa lama kita tinggal di dunia, melainkan seberapa dalam kebaikan kita tertinggal setelah kita dipanggil pulang.

    Sebuah renungan menjelang tengah malam yang gerimis untuk diri saya sendiri, juga mungkin untuk kita semua .. Tetap menebar kebaikan dan senantiasa semangat! šŸ‘šŸ„°šŸ˜Žā­ļø

    ---- Riri Satria ---

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku ā€œApa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: ā€œJendelaā€ (2016), ā€œWinter in Parisā€ (2017), ā€œSiluet, Senja, dan Jinggaā€ (2019), ā€œMetaverseā€ (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul ā€œAlgoritma Kesunyianā€ (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: ā€œUntuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnisā€ (2003), trilogi ā€œProposisi Teman Ngopiā€ (2021) yang terdiri tiga buku ā€œEkonomi, Bisnis, dan Era Digitalā€, ā€œPendidikan dan Pengembangan Diriā€, dan ā€œSastra dan Masa Depan Puisiā€ (2021), serta ā€œJelajahā€ (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa AlaaĀ atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ā  Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Ā  oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ā  Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik šŸ˜šŸ„³šŸš€šŸ”„
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture