Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • RAK YANG PENUH CERITA

    03 Jan 2026 | Dilihat: 46 kali

    Ada satu rak buku di rumah yang kemarin tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Bukan karena sampulnya mewah atau judulnya provokatif, melainkan karena isinya yaitu deretan jilid tesis, tebal, formal, nyaris kaku, yang menyimpan cerita jauh lebih manusiawi daripada sekadar good theory, good data, good methodology dan daftar pustaka.

    “Ini buku-buku apa?” tanya kawan-kawan yang sedang memilih buku-buku hibah. Saya tersenyum. Rak itu bukan rak bacaan biasa. Itu adalah rak kenangan.

    Di situlah tersusun kumpulan tesis S2 yang pernah saya bimbing dari Program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Magister Kajian Intelijen Sekolah Tinggi Intelijen Negara, hingga beberapa kampus lain tempat saya dipercaya menjadi pembimbing tamu. Tidak semuanya ada, hanya yang sempat memberi satu eksemplar. Banyak juga yang mungkin lupa, atau mungkin hidup sudah terlalu sibuk setelah toga dilipat rapi.

    Nama-nama di punggung buku itu bukan nama asing bagi ingatan saya, Henry Christiantoo, Dadung Nugroho, Rakhmat Robbi, Richi Aktorian, Haris Munandar, Bambang Warsuta, Muhammad Idris, Andhika Paramartha Mapparessa, Yosi Widhayanti, dan masih banyak lagi. Setiap nama pernah datang dengan kegalauan dan kecemasan yang sama, bingung merumuskan masalah, galau antara idealisme dan realitas data, pakai teori apa, bagaimana mengolah data, dan sebagainya.

    Rak itu mengingatkan saya bahwa tesis bukan sekadar karya akademik. Ia adalah jejak keberanian. Jejak orang-orang yang di tengah pekerjaan, keluarga, dan keruwetan hidup, masih mau memaksa diri berpikir lebih dalam, lebih tertib, dan lebih jujur. Saya masih ingat diskusi panjang yang melewati jam kuliah, revisi yang bolak-balik, wajah lelah yang akhirnya berubah menjadi lega ketika kalimat terakhir dititikkan.

    Hari ini, banyak dari mereka telah melaju jauh. Kariernya menanjak, beberapa menduduki jabatan strategis di korporasi, di pemerintahan, di ruang-ruang pengambilan keputusan yang menentukan nasib banyak orang. Dari rak kecil di rumah ini, saya seperti melihat garis tak kasat mata yang menghubungkan masa lalu dan masa kini mereka.

    Dan di situ, ada rasa bangga yang sunyi tapi hangat.

    Selamat untuk semuanya. Sungguh.

    Peran saya? Ah, dosen ya gini-gini aja. Tidak selalu muncul di panggung, tidak ikut tercantum di kartu nama mereka yang kini mentereng. Tapi mungkin memang begitulah takdir seorang pembimbing, yaitu hadir sebentar di persimpangan, membantu menunjukkan arah, lalu perlahan mundur ketika muridnya sudah cukup yakin melangkah sendiri.

    Rak tesis itu mengajarkan saya satu hal sederhana namun penting di mana ukuran keberhasilan seorang pendidik bukan pada seberapa sering ia dipuji, melainkan pada seberapa jauh murid-muridnya bisa melampaui dirinya. Dan ketika saya melihat rak itu kemarin, di rumah yang tenang, saya tahu dalam diam, ada kebahagiaan yang tidak perlu diumumkan.

    Dosen ya… ya gini-gini aja. Tapi rak itu? Ia bicara jauh lebih lantang daripada apa pun. 😎🥰.

    .

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • DOWNLOAD DOKUMEN

      May 17, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    RECENT EVENT

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture